jabar.jpnn.com, DEPOK - Ratusan orang tua siswa memadati posko pengaduan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok pada Senin (15/6) setelah mengalami berbagai kendala saat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025.
Hari pertama pelaksanaan SPMB jalur domisili untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) diwarnai keluhan dari para pendaftar yang mengalami hambatan dalam proses pendaftaran daring.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean panjang terlihat di posko pengaduan Disdik Kota Depok.
Para orang tua datang untuk mendapatkan bantuan dan penjelasan terkait kendala teknis yang mereka hadapi saat mengakses sistem pendaftaran.
Salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan adalah kesulitan mengunggah dokumen persyaratan yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran.
Selain itu, sejumlah pendaftar juga mengalami kendala pada penentuan titik koordinat domisili yang menjadi salah satu syarat dalam jalur domisili.
Salah seorang orang tua siswa, Ika, mengaku mengalami kendala saat memasukkan titik koordinat rumahnya ke dalam sistem.
"Saya sudah daftar secara online sejak pagi, tetapi titik koordinat rumah saya tidak sesuai sehingga proses pendaftaran tidak bisa dilanjutkan," ujar Ika saat ditemui di posko pengaduan.

















































