Sejak 2016, Ridho Akhiro yang berasal dari Jakarta, sudah bermimpi untuk tinggal di Australia.
Namun, saat itu ia tidak memiliki poin yang cukup untuk memenuhi syarat agar bisa menetap di Australia.
Ketika sudah merasa lebih siap, Ridho menghubungi agen migrasi untuk pengajuan visa. Lagi-lagi rencananya gagal karena Australia menutup perbatasannya akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020.
Di tahun 2023, saat ia sudah menerima undangan untuk mengajukan Permanent Residence (PR) di Australia Selatan, agen migrasinya memberitahu kalau salah satu dokumennya sudah kedaluwarsa, hingga harus menunggu satu tahun lagi untuk mengajukan.
Setelah menunggu setahun, ia tidak menerima undangan dari Australia Selatan.
"Kita cari alternatif yang lain," ujar Ridho kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.
"Akhirnya waktu itu kita cari yang bisa datang dengan jalur studi, karena pasangannya bisa dapat visa kerja, dan anak bisa sekolah gratis, itu cuma di Kanada dan New Zealand."
Selandia Baru menjadi pilihan Ridho, karena ia merasa sudah familiar dengan negaranya, setelah mengunjunginya bersama istri pada tahun 2017.





















































