jatim.jpnn.com, MAGETAN - Aksi tak wajar dilakukan 4 oknum pesilat di Kabupaten Magetan, saat menjelang Malam 1 Suro pada Minggu (14/6). Mereka nekat membuat laporan sebagai korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal, di Mapolres Magetan.
Sayangnya, menindaklanjuti laporan tersebut, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi akhirnya menemukan sejumlah kejanggalan.
Kasi Humas Polres Magetan Iptu Indra Suprihatin menjelaskan, dalih laporan sebagai korban pengeroyokan hanyalah sebagai kedok belaka.
“Pada dasarnya melaporkan kejadian yang sebenarnya adalah jatuh dari motor. Tidak ada pengeroyokan, atau perkelahian,” jelas Iptu Indra Suprihatin, Kamis (18/6).
Dia menambahkan mereka terjatuh akibat lalai mengendarai sepeda motor, saat melintas di kawasan Traffic Light Jalan Barat, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.
“Hanya jatuh dari sepeda motor. Tidak ada tanda tanda mabuk karena kelalaian saja ya. Mungkin melaju kencang atau mengebut di jalan,” katanya.
Walhasil, polisi pun memanggil orang tua dari 4 oknum pesilat itu, untuk dimintai keterangan sekaligus diimbau, agar lebih ketat mengawasi putra putranya.
“Kami panggil semua orang tuanya. Jangan memberikan laporan palsu yang tidak sesuai dengan kenyataan, hingga membuat gaduh,” bebernya.


















































