jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengambil langkah masif dalam menangani dampak psikologis pascaterungkapnya kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan. Sembilan puluh empat psikolog dikerahkan untuk memberikan pendampingan intensif, tidak hanya bagi anak-anak yang menjadi korban, tetapi juga bagi para orang tua.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta Retnaningtyas mengatakan kolaborasi ini melibatkan berbagai unsur profesional.
"Kami menggandeng 94 psikolog dari UPT PPA, Ikatan Psikolog Klinis, Himpsi, rumah sakit, hingga puskesmas di Kota Yogyakarta," ujar Retnaningtyas dalam keterangannya, Senin (11/5).
Salah satu poin krusial dalam pendampingan ini adalah program psikoedukasi bagi orang tua.
Retnaningtyas menekankan bahwa banyak orang tua mengalami trauma mendalam dan perasaan bersalah yang besar setelah kejadian tersebut.
Oleh karena itu, pendampingan psikolog dibutukan untuk menguatkan mental orang tua dan menghilangkan stigma negatif.
Harapannya, orang tua tidak merasa takut untuk kembali menitipkan anak di fasilitas yang kredibel, mengingat kebutuhan mereka untuk tetap bekerja.
"Psikoedukasi ini penting untuk menguatkan mental para orang tua, menghilangkan trauma dan rasa bersalah," tambahnya.


















































