jpnn.com - WASHINTON - Militer Amerika Serikat kembali menyerang Iran.
Serangan AS itu menyasar sejumlah target.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi hal itu, Sabtu (27/6).
"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," kata Trump melalui platform Truth Social.
Menurut Trump, serangan itu sebagai respons atas tindakan Iran yang kembali melanggar perjanjian gencatan senjata. "Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!" tulisnya.
Lebih lanjut Trump juga memperingatkan Iran bahwa AS dapat mengambil langkah militer yang lebih luas apabila situasi terus memburuk.
“Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" ujar Trump.
Sebelumnya, media Iran melaporkan terjadinya serangan di Pulau Qeshm dan di dekat Kota Sirik, serta di sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh di bagian selatan negara itu.




















































