Belasan Dapur MBG di Kudus Mendadak Tutup, Ternyata Ini Penyebabnya

2 weeks ago 17

Rabu, 03 Juni 2026 – 08:34 WIB

Belasan Dapur MBG di Kudus Mendadak Tutup, Ternyata Ini Penyebabnya - JPNN.com Jateng

Ilustrasi - dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jateng.jpnn.com, KUDUS - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, karena belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kudus Febria Suryaningrum mengungkapkan awalnya terdapat 15 dapur MBG yang terkena penghentian operasional sementara.

Namun, dua dapur berhasil kembali beroperasi setelah melengkapi persyaratan yang diminta.

"Awalnya ada 15 SPPG, namun dua SPPG kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan IPAL, sehingga saat ini yang tersisa ada 13 SPPG," kata Febria di Kudus, Selasa (3/6).

Dua dapur yang telah mendapatkan surat pencabutan penghentian operasional dari BGN tersebut adalah SPPG Jepang Pakis dan SPPG Prambatan Kidul.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menjelaskan persoalan yang dihadapi seluruh dapur tersebut sebenarnya sama, yakni belum terbitnya izin IPAL yang menjadi salah satu syarat wajib operasional.

"Memang ada penutupan belasan SPPG di Kabupaten Kudus, karena permasalahannya sama, yakni izin IPAL belum keluar. Untuk sementara operasional dihentikan sampai seluruh persyaratan terpenuhi," ujarnya.

Menurut Bellinda, Satgas MBG bersama koordinator wilayah saat ini terus melakukan pendampingan kepada pengelola dapur agar proses perizinan dapat segera diselesaikan.

Sebanyak 13 dapur MBG di Kudus masih ditutup sementara karena belum mengantongi izin IPAL. Distribusi makanan siswa dialihkan ke dapur lain.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |