jpnn.com, JAKARTA - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menilai perencanaan dana pendidikan perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga agar orang tua bisa lebih siap menghadapi kebutuhan pendidikan anak di masa depan.
Selain meningkat seiring jenjang pendidikan, biaya pendidikan juga dapat berbeda pada setiap keluarga
Data BPS menunjukkan bahwa rata-rata biaya pendidikan SD sederajat pada kelompok 20% rumah tangga dengan pengeluaran tertinggi mencapai Rp8,88 juta per tahun ajaran, sementara pada kelompok 40% rumah tangga dengan pengeluaran terendah tercatat sebesar Rp3,28 juta per tahun ajaran.
Meskipun kemampuan finansial setiap keluarga berbeda, kebutuhan untuk mempersiapkan pendidikan anak tetap menjadi prioritas.
"Setiap orang tua tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Karena itu, perencanaan dana pendidikan sebaiknya tidak menunggu hingga anak memasuki usia sekolah, melainkan dipersiapkan sejak dini sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga," ujar Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu IFG Life.
Fabiola menuturkan dengan persiapan yang lebih matang, keluarga akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mewujudkan cita-cita pendidikan anak tanpa mengganggu kebutuhan finansial lainnya.
"Pada saat yang sama, keluarga juga perlu mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga agar rencana pendidikan anak tetap dapat berjalan sesuai harapan," terang Fabiola.
Kebutuhan perencanaan pendidikan sejak dini juga akan semakin relevan di tengah bonus demografi Indonesia.





















































