Daya Beli Melemah, Tren Kurban di Yogyakarta Bergeser dari Sapi ke Kambing

1 month ago 42

Jumat, 08 Mei 2026 – 19:15 WIB

Daya Beli Melemah, Tren Kurban di Yogyakarta Bergeser dari Sapi ke Kambing - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Ternak kurban di Kota Yogyakarta. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, peta permintaan kurban di Kota Yogyakarta mengalami perubahan signifikan. Masyarakat yang sebelumnya mengutamakan sapi, kini mulai beralih memburu kambing dan domba akibat kenaikan harga ternak dan kondisi ekonomi.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengonfirmasi fenomena pergeseran tren ini seusai melakukan pemantauan di Peternakan UD Segar Farm bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Jumat (8/5/2026).

Menurut Wawan, tingginya harga sapi di pasaran menjadi pemicu utama masyarakat mencari alternatif kurban yang lebih terjangkau.

Harga sapi saat Iduladha tahun ini berkisar antara Rp 24 juta hingga Rp 70 juta per ekor. Permintaan paling banyak pada rentang harga Rp 25 juta.

Dia menduga fenomena ini dipicu oleh kenaikan harga pakan dan operasional yang berdampak pada harga jual sapi, ditambah dengan melemahnya daya beli masyarakat.

"Memang ada penurunan dan pergeseran permintaan dari sapi ke kambing atau domba. Hal ini tidak lepas dari kondisi harga sapi yang cukup tinggi saat ini," ujar Wawan.

Meski terjadi pergeseran tren, Pemerintah Kota Yogyakarta menjamin ketersediaan stok kurban tetap tercukupi. Mengingat keterbatasan lahan peternakan lokal, pasokan didatangkan secara masif dari luar daerah.

Kurban di Kota Yogyakarta banyak dipasok dari Gunungkidul, Magelang, Madura, hingga Bali.

Permintaan kurban di Kota Yogyakarta tahun ini mulai bergeser dari sapi ke kambing atau domba. Dipicu oleh tingginya harga sapi dan kondisi ekonomi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |