jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengkaji keberlanjutan aktivitas pertambangan di wilayah barat Kabupaten Bogor sebelum memutuskan pembangunan jalan khusus angkutan tambang.
Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat diwawancarai di Situs Batutulis, Kota Bogor, Kamis (15/5).
Menurutnya, kajian diperlukan untuk memastikan arah kebijakan pertambangan serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan di masa mendatang.
“Khusus jalan tambang, kita lihat progresnya. Pertama ketersediaannya dan kemudian juga bukan hanya persoalan jalan khusus tambangnya, tambangnya kan kita lihat dulu apakah tambangnya masih akan ada keberlangsungan atau tidak,” kata Dedi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini masih menunggu hasil kajian lingkungan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Bogor.
Kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan jalan khusus tambang.
Selain menilai keberlanjutan operasional tambang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengkaji luas area pertambangan yang masih dapat digunakan serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat setelah aktivitas tambang berakhir.
“Kalau masih ada keberlangsungan berapa luasnya? Kemudian yang berikutnya adalah setelah tambang itu apa yang akan dilakukan untuk kehidupan masyarakatnya? Ini yang lagi kita rumuskan sehingga menjadi tepat,” ujarnya.


















































