jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menilai keputusan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite, Bio-Solar, dan LPG 3 kilogram, merupakan langkah tepat menjaga daya beli masyarakat.
Menurut Abdul Rahman, kebijakan tersebut juga penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.
"Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan langkah yang tepat, karena dapat menjaga daya beli masyarakat dan menahan tekanan inflasi," kata Abdul Rahman, Minggu (21/6).
Mantan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin itu, menjelaskan distribusi barang dan jasa di Indonesia masih didominasi penggunaan BBM bersubsidi.
Oleh karena itu, penyesuaian harga Pertamax yang merupakan BBM nonsubsidi dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap biaya logistik maupun harga kebutuhan pokok.
"Untuk distribusi barang dan jasa, mayoritas masih menggunakan BBM bersubsidi, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap biaya logistik maupun harga kebutuhan pokok."
"Oleh karena itu, dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas," ujarnya.
Abdul Rahman mengatakan kenaikan harga Pertamax perlu disikapi secara bijak, karena penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut mengikuti nilai keekonomian energi.





















































