jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani berharap ke depan tidak ada pihak yang memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan politik praktis dengan iming-iming uang.
Hal demikian dikatakan Lalu menyikapi kabar Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin, yang mengaku menerima suap Rp20 juta demi mengalihkan lokasi demonstrasi.
"Jangan membeli idealisme dan integritas mahasiswa dengan uang," kata dia melalui keterangan persnya, Jumat (26/6).
Lalu melanjutkan fase mahasiswa ialah meningkatkan intelektualitas, sehingga tak boleh dirusak kepentingan praktis memakai uang.
"Fase mahasiswa itu masa mengasah dan meningkatkan intelektualitas, sekaligus memupuk idealisme dan integritas yang akan menjadi bekal penting bagi masa depan bangsa," lanjut legislator fraksi PKB itu.
Menurutnya, siapa pun yang memberikan uang ke mahasiswa untuk menggerakkan atau mengarahkan aksi telah merusak independensi, integritas, dan idealisme pelajar sebagai kelompok intelektual.
"Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang independen. Ketika aksi mahasiswa digerakkan oleh kepentingan uang, maka nilai-nilai perjuangan, objektivitas, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat akan tergerus," kata Ketua DPW PKB NTB itu.
Dia berharap mahasiswa di sisi lain tidak mudah tergoda oleh iming-iming materi dalam setiap kegiatan demonstrasi.





















































