jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Kasus dugaan pembegalan yang dilaporkan menimpa seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Waluyo Jati Kraksaan sempat membuat geger masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi memastikan peristiwa tersebut ternyata tidak pernah terjadi.
Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif melalui Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan laporan pembegalan yang sebelumnya beredar luas merupakan rekayasa yang dibuat sendiri oleh pelapor.
Dari hasil pemeriksaan dan observasi di lapangan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk luka yang dialami pelapor tidak sesuai dengan kronologi pembegalan yang disampaikan.
Selain itu, pelapor akhirnya mengakui bahwa cerita tersebut dibuat sendiri.
"Yang bersangkutan mengakui secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun bahwa kejadian tersebut direkayasa karena adanya permasalahan ekonomi dalam keluarga," kata Masykur, Rabu (4/6).
Berdasarkan pengakuan tersebut, polisi menegaskan tidak pernah terjadi aksi pembegalan sebagaimana yang sebelumnya dilaporkan.
"Jadi, peristiwa pembegalan itu tidak ada dan hanya rekayasa," tuturnya.


















































