jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sedang menggodok pencairan program Bantuan Operasional (BOP) Rukun Tetangga (RT) sebesar Rp 25 juta pada tahun ini. Nantinya bantuan ini difokuskan untuk penguatan ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan anggaran bisa digunakan dalam pengolahan sampah, limbah dan lainnya.
Sementara itu, pada pada ketahanan pangan diarahkan ke pertanian perkotaan yang bertujuan bisa memberikan efek multipemain bagi warga Kota Semarang.
“Tahun ini akan keluar, kami akan berikan penguatan untuk menyelaraskan program ketahanan pangan dan lingkungan hidup,” kata Agustina di Gedung Oudetrap kompleks Kota Kama Semarang, Rabu (20/1).
Agustina juga menyinggung alokasi dana untuk operasional Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada tingkat RT sebesar Rp 3 juta. Anggaran itu untuk menunjang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pemeriksaan Jentik Nyamuk (PJN), pertanian perkotaan dan lainnya.
Sementara itu, tingkat PKK RW sebesar Rp 3,5 juta yang digunakan untuk monitoring kegiatan ditingkat RT.
“PKK prioritasnya tiga, yakni PJN ditingkat dawis, setiap RT harus ada tanaman toga, serta bank sampah,” kata Politikus PDI Perjuangan tersebut.
Agustina menyatakan bahwa PKK diminta untuk menjadi garda terdepan PJN secara rutin. Lalu untuk tanaman toga, apabila tidak memiliki lahan bisa menggunakan pot sebagai alternatifnya.


















































