jatim.jpnn.com, SURABAYA - Panitia pelaksana pertandingan Persebaya Surabaya mengingatkan suporter agar tidak menyalakan flare dan smoke bomb saat laga melawan Persik Kediri pada pekan terakhir BRI Super League 2025/2026, Sabtu (23/5).
Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman menegaskan penggunaan perangkat piroteknik di stadion berisiko membahayakan kesehatan dan keselamatan penonton.
“Atmosfer sepak bola memang penting, tetapi keselamatan penonton, terutama anak-anak dan generasi suporter berikutnya, harus menjadi prioritas utama,” kata Ram di Surabaya, (21/5).
Menurut dia, penggunaan flare dan smoke bomb secara masif mulai marak terjadi di sejumlah stadion menjelang akhir kompetisi.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena tribun stadion dipadati penonton sehingga standar jarak aman penggunaan piroteknik sulit diterapkan.
“Kalau ingin mengenalkan stadion kepada anak-anak dan meregenerasi suporter, maka lingkungan tribun harus aman dan sehat,” ucapnya.
Ram menjelaskan flare dan smoke bomb dapat memicu berbagai risiko, mulai luka bakar, kebakaran, gangguan penglihatan dan pendengaran, hingga kepanikan massa.
Selain itu, asap dari perangkat tersebut juga dinilai berbahaya bagi kesehatan penonton yang berada di dalam stadion.


















































