jogja.jpnn.com, BANTUL - Polres Bantul tengah menangani kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh seorang ibu kandung berinisial TKS terhadap balitanya yang baru berusia tiga tahun.
Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Dusun Kedaton, Pleret, Bantul, dan sempat menyita perhatian publik setelah videonya tersebar di media sosial.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengonfirmasi bahwa tindakan kekerasan tersebut dipicu oleh kondisi psikologis pelaku yang merasa kelelahan luar biasa dalam mengasuh anak seorang diri.
"Pelaku mengaku melakban anaknya dengan tujuan agar bisa pergi keluar untuk refreshing melepas penat. Ia mengaku sudah terlalu lelah mengurus anak sendiri karena suaminya bekerja di Jakarta dan hanya pulang sebulan sekali," ujar Iptu Rita pada Rabu (3/6).
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Meskipun tindakan tersebut menjadi sorotan, kasus ini dipastikan tidak berlanjut ke meja hijau.
Suami pelaku, yang sekaligus ayah dari korban, telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Sebagai kepala keluarga, ia memilih untuk tidak melaporkan istrinya ke jalur hukum dan ingin memperbaiki hubungan rumah tangga mereka.
"Suami pelaku telah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Pihak keluarga menganggap kejadian ini sebagai dampak dari kondisi psikologis ibu yang kelelahan hebat atau yang sering disebut sebagai baby blues," tambah Iptu Rita.


















































