jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menerima penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) atas kontribusinya dalam mendukung syiar dakwah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penghargaan tersebut diberikan melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sebagai bentuk apresiasi terhadap program dakwah dan pendampingan yang dijalankan Baznas di berbagai daerah terpencil di Indonesia.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan menilai pengakuan itu menjadi dorongan untuk memperluas jangkauan program dakwah.
"Pengakuan ini menjadi bukti bahwa sinergi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah yang diwujudkan melalui program dakwah di wilayah 3T berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5).
Menurut Sodik, wilayah 3T membutuhkan perhatian khusus karena para dai menghadapi tantangan geografis dan sosial yang tidak ringan dalam menjalankan tugasnya.
Dia menegaskan Baznas akan terus mengalokasikan sumber daya secara optimal untuk mendukung operasional para dai yang bertugas di wilayah terdepan Nusantara.
“Baznas akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas program dakwah dan pendampingan di kawasan terluar demi menjaga benteng akidah sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat di sana,” kata Sodik.
Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, mengatakan Baznas dinilai berhasil membangun ekosistem dakwah yang berkelanjutan di wilayah 3T, tidak sekadar menjalankan program dakwah konvensional.





















































