bali.jpnn.com, TABANAN - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeklaim program perbaikan sekolah berlangsung secara masif di seluruh Indonesia.
Proyek berskala nasional ini dirancang tidak hanya untuk membenahi infrastruktur pendidikan, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat bawah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meresmikan SMP Muhammadiyah I Tabanan, Bali, Kamis (4/6) mengungkapkan pada 2026 ini, fokus renovasi akan menyasar lebih dari 71 ribu satuan pendidikan.
Target program ini mencakup seluruh jenjang.
Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Proyek masif ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 700 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia.
“Perhitungannya, satu sekolah rata-rata dikerjakan oleh 10 orang.
Jika dikalikan dengan 71 ribu sekolah yang direnovasi, itulah gambaran jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan,” ujar Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.


















































