jpnn.com - ACEH - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) K.H. Jazuli Juwaini didampingi Sekretaris Jenderal PB MA Yanuar Arif Wibowo menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bersama keluarga besar MA di Dayah Nurul Fikri, Desa Lhang, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (16/6).
Ratusan santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar juga hadir memadati area dayah mengikuti rangkaian acara peringatan Tahun Baru Islam. Kedatangan rombongan PB Mathla’ul Anwar disambut oleh Mudir ‘Aam Dayah Nurul Fikri Aceh, Tgk. H. Afrial Hidayat. Turut hadir Ketua PW Mathla’ul Anwar Aceh, Tgk. H. Makhyaruddin Yusuf, beserta jajaran pengurus Muslimat Mathla’ul Anwar (Musma) Aceh.
Jazuli yang bertindak sebagai penceramah utama dalam tausiahnya menekankan pentingnya memaknai hijrah sebagai momentum transformasi diri, peningkatan kualitas keilmuan, serta penguatan akhlakul karimah, khususnya bagi generasi muda Islam. “Hijrah bukan sekadar perpindahan waktu, tetapi tekad kuat untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Santri harus menjadi motor penggerak kemajuan umat dan bangsa dengan karakter keislaman yang kuat dan tetap adaptif dengan fitur-fitur kemajuan terutama teknologi informasi,” kata Jazuli.
Menurut Jazuli, semangat Tahun Baru Islam menjadi pengingat bagi umat untuk terus melakukan perbaikan diri, memperkuat keimanan, memperdalam ilmu pengetahuan, serta meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Jazuli meminta kepada keluarga besar Mathla’ul Anwar agar terus melakukan evaluasi dan pembenahan diri dalam menghadapi tantangan zaman. “Sebagai organisasi tua yang memiliki sejarah panjang dalam dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, Mathla’ul Anwar harus terus melakukan evaluasi untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam membangun umat menuju kemajuan bangsa,” ungkapnya.
Dia menekankan bahwa energi organisasi seharusnya diarahkan pada program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, seperti penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan kader, serta peningkatan kualitas dakwah dan pelayanan sosial. Jazuli juga mengingatkan seluruh kader dan pengurus tidak terjebak dalam persoalan-persoalan internal yang bersifat remeh-temeh dan tidak produktif.
“Jangan terjebak dengan urusan-urusan kecil di internal yang tidak membawa manfaat, apalagi yang justru merusak barisan dan melemahkan persatuan. Soliditas, ukhuwah, dan fokus pada pengabdian kepada umat harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Menurut dia, bangsa ke depan membutuhkan organisasi keagamaan yang kuat, modern, dan mampu berkontribusi secara nyata dalam mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan berdaya saing. Oleh karena itu, Mathla’ul Anwar diharapkan terus memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas kiprah pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Peran Strategis Aceh

















































