KrediOne Dorong Literasi-Inklusi Keuangan Digital dalam Seminar di Universitas Jambi

1 day ago 16

KrediOne dorong literasi dan inklusi keuangan digital dalam seminar di Universitas Jambi. Foto: KrediOne

jpnn.com, JAMBI - Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi dan layanan keuangan digital, peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting untuk memastikan masyarakat mampu memanfaatkan berbagai inovasi layanan keuangan secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.

Sejalan dengan upaya tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “State, Fintech, and Digital Society: Percepatan Transformasi Ekosistem Digital Indonesia” sebagai ruang dialog dan kolaborasi antara regulator, industri, akademisi, dan generasi muda dalam memahami dinamika transformasi dan perkembangan ekosistem digital yang terus berkembang.

Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juni 2026 tersebut menghadirkan Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Romi Septriandi, Direktur Utama KrediOne sekaligus Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah, serta Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi Rio Yusri Maulana.

Dalam pemaparannya, Kuseryansyah menegaskan bahwa perkembangan ekosistem fintech tidak semata ditentukan oleh kemajuan teknologi, melainkan juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi yang kuat dan berorientasi pada perlindungan konsumen.

"Transformasi digital tidak hanya berbicara tentang adopsi teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mampu menciptakan akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi. Karena itu, pembangunan ekosistem digital yang sehat membutuhkan kolaborasi yang erat antara regulator, industri, institusi pendidikan, dan masyarakat agar inovasi dapat tumbuh seiring dengan perlindungan konsumen dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kuseryansyah.

Menurutnya, Pinjaman Daring (Pindar) memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat, baik individu maupun pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terlayani oleh lembaga keuangan konvensional.

Namun demikian, pertumbuhan industri harus senantiasa diiringi dengan penguatan tata kelola, perlindungan konsumen, serta peningkatan literasi keuangan digital masyarakat.

Sebagai salah satu penyelenggara Pindar di Indonesia, KrediOne terus berupaya memperluas akses pendanaan yang bertanggung jawab bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sejak berdiri pada tahun 2019 hingga Mei 2026, KrediOne telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp17,6 triliun kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Seminar di Universitas Jambi, KrediOne dorong literasi dan inklusi keuangan digital.

Read Entire Article
| | | |