jpnn.com - MALANG - Pertemuan Arema FC vs PSIM Yogyakarta pada pekan terakhir Super League di Stadion Kanjuruhan, Jumat (21/5) sore WIB bak final memperebutkan posisi ke-9.
Hingga pekan ke-33, Arema FC dan PSIM sama-sama mengantongi 45 poin. Jadi, terbaik dari Kanjuruhan nanti akan duduk di posisi yang lebih baik di klasemen akhir.
Arema FC si empunya stadion menatap laga itu dengan serius.
Kemenangan besar 5-2 atas PSBS Biak pada pekan sebelumnya cukup mendongkrak moral tim.
Namun, di balik pesta lima gol tersebut, Pelatih Arema FC Marcos Santos justru melihat sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi, terutama di lini pertahanan.
”Terlepas dari kemenangan itu (lawan PSBS) kami tak boleh mengabaikan dua gol ke gawang tim. Agar situasi seperti di babak pertama laga itu tidak terulang kembali,” ujar Marcos Santos.
Menurut pengamatannya, garis pertahanan Arema FC beberapa kali terlalu longgar sehingga lawan mampu memanfaatkan ruang dengan mudah, terutama dalam situasi second ball maupun transisi serangan balik.
"Pertandingan mendatang pasti tidak akan mudah bagi untuk kami. Apalagi lawan kali ini (PSIM Yogyakarta) memiliki lini depan yang lebih berbahaya,” ujarnya.





















































