Menghadapi Perubahan Iklim, Melawan Krisis Pangan

1 month ago 19

Jumat, 15 Mei 2026 – 16:45 WIB

Menghadapi Perubahan Iklim, Melawan Krisis Pangan - JPNN.com Jogja

Petugas Bulog Kanwil Yogyakarta Wahyu Widi mencatat hasil timbangan dari gabah petani pada Rabu (13/6). Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Sekitar pukul 09.00 WIB, seorang pria mengendarai sepeda motor tiba di sebuah rumah di Dukuh Jlamprang, Kelurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (13/5). Pria itu bernama Wahyu Widi, pegawai pengadaan di Perum Bulog Yogyakarta yang menjabat sebagai koordinator lapangan di wilayah Kabupaten Bantul.

Hari itu, ia mendapatkan panggilan dari warga yang ingin menjual gabah kering kepda Bulog. Tugas tersebut ia emban beberapa tahun terakhir setelah dipindahkan ke wilayah Yogyakarta. Menurut Wahyu, Bulog tidak hanya menyerap gabah dari petani saat panen raya. Setelah pemerintah menggencarkan penyerapan gabah petani, Bulog secara rutin mendatangi petani yang ingin menjual gabahnya bahkan di luar panen raya.

Pada pagi yang cukup terik itu, Wahyu sudah hafal betul apa yang harus dilakukan. Di hadapannya sudah menunggu tumpukan karung berisi gabah. Pemandangan lazim yang sering ia temui.

Pria asal Kota Yogyakarta itu mengeluarkan lembaran kertas, lalu ia siap mencatat hasil timbangan dari gabah yang ada dalam karung putih tersebut.

Disela kesibukannya, Wahyu menceritakan alur petani bisa menjual gabah kering panen (GKP) yang harus melalui rekomendasi dinas pertanian setempat. Nantinya, proses tersebut akan melibatkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Peran PPL begitu sentral dalam mendampingi petani, mulai pembenihan hingga masa panen.

Selanjutnya PPL akan mendaftarkan kelompok tani (poktan) untuk menjadi mitra pemasok ke Bulog. Di Kabupaten Bantul sendiri terdapat lebih dari 100 mitra pemasok yang tercatat di Bulog.

“Selama ini memang sinergi yang seperti ini cukup baik. Petaninya juga senang dari Bulog mendatangi, menimbang dan karena rekeningnya sudah terdaftar atau tercatat, besoknya bahkan kadang-kadang hari H kalau pas pagi-pagi menimbangnya, malamnya sudah ditransfer, tetapi biasanya H+1,” kata Wahyu.

Proses yang mudah dan tidak berbelit-belit ini dianggap sebagai komitmen Bulog dalam menyesahterakan petani. Selain itu, harga gabah kering panen yang dipakai mengacu pada ketetapan pemerintah yaitu Rp 6.500.

Bulog Kanwil Yogyakarta menggencarkan menyerapan gabah petani dengan harga yang ditetapkan pemerintah demi menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |