jogja.jpnn.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengajak seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk memperkuat semangat kebhinekaan dan menjaga toleransi antarumat beragama.
Imbauan ini disampaikan menyusul peristiwa yang terjadi di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, pada Minggu (24/5).
Saat ini, sekelompok massa dari Front Jihad Islam (FJI) membubarkan paksa jemaat GMS Bantul yang sedang beribadah.
Bupati Halim menegaskan bahwa perbedaan ras, suku, dan agama merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat, sesuai dengan prinsip pluralisme yang dijunjung tinggi oleh tokoh bangsa, Gus Dur.
"Peristiwa kemarin kami anggap sebagai pembelajaran bersama. Ini fakta sosial, marilah saling ngemong (mengayomi), saling toleransi," ujar Halim pada Rabu (27/5).
Bupati menegaskan bahwa sikap toleran bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga bagian dari pengamalan ajaran agama.
Menurutnya, keberagaman adalah sunatullah (ketetapan Tuhan), dan menghormati hak orang lain untuk beribadah adalah cerminan dari sunah Rasul.
"Siapa pun, terutama umat Islam, seharusnya memberikan kemerdekaan kepada nonmuslim untuk menjalankan ibadahnya," tegasnya.


















































