jatim.jpnn.com, MOJOKERTO - Kasus pembacokan tragis yang dilakukan Satuan (43) di Mojokerto mulai menemukan titik terang.
Polisi mengungkap, ibu mertua pelaku, Siti Arofah, diduga menjadi korban setelah memergoki aksi penganiayaan yang dilakukan Satuan terhadap istrinya sendiri, Sri Wahyuni.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menjelaskan saat kejadian Satuan lebih dulu menganiaya istrinya yang dipicu konflik rumah tangga berkepanjangan.
Namun, situasi berubah ketika mertua pelaku mengetahui aksi tersebut.
“Saat peristiwa tersangka ketahuan sedang melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Yang bersangkutan panik kemudian menusukkan pisau sebanyak tiga kali dan menggorok leher korban sebanyak dua kali,” kata Andi, Kamis (7/5).
Menurut polisi, kepanikan itulah yang membuat aksi kekerasan semakin brutal hingga menewaskan Siti Arofah di lokasi kejadian.
Sementara itu, motif awal penganiayaan terhadap Sri Wahyuni disebut dipicu rasa cemburu dan tekanan ekonomi yang dialami pelaku. Satuan diketahui bekerja sebagai penjual balon dan badut keliling dengan kondisi ekonomi keluarga yang sedang terpuruk.
“Cemburu terhadap istrinya. Kemudian istrinya dianggap bertanggung jawab terhadap rumah tangganya,” ujar Andi.


















































