jateng.jpnn.com, SEMARANG - Misteri kematian satu keluarga asal Kabupaten Semarang yang ditemukan tak bernyawa di kawasan wisata Posong, Temanggung, hingga kini masih menjadi teka-teki.
Polda Jawa Tengah memperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk mengungkap penyebab pasti kematian empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Tenda Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.
Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yakni Muhammad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua anak mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16).
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan saat ini Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik (Labfor) masih bekerja untuk mengungkap penyebab kematian para korban.
Menurut dia, proses pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu cukup panjang agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat.
"Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu agar hasilnya maksimal," kata Artanto, Selasa (2/6).
Dalam penyelidikan tersebut, tim forensik telah mengambil sejumlah sampel untuk diuji lebih lanjut. Salah satu sampel yang menjadi fokus pemeriksaan berasal dari organ tubuh korban termuda.
Sampel tersebut akan menjalani uji toksikologi forensik guna mendeteksi kemungkinan adanya zat berbahaya atau unsur lain yang masuk ke dalam tubuh korban sebelum meninggal dunia.


















































