jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memperkuat langkah mitigasi kekeringan pada lahan pertanian sebagai upaya mengantisipasi risiko puso atau gagal panen selama musim kemarau sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan daerah.
Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, mengatakan hingga saat ini belum terdapat laporan kekeringan maupun puso di wilayah tersebut.
Namun, langkah pencegahan tetap dilakukan secara maksimal guna mengurangi potensi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.
“Meski belum ada laporan kekeringan maupun puso, upaya mitigasi harus terus diperkuat sebagai langkah pencegahan,” ujar Dodo di Cikarang, Senin.
Menurut dia, pemerintah daerah telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Beberapa kecamatan yang menjadi fokus pemantauan meliputi Tambelang, Sukatani, Cabangbungin, Sukawangi, dan Sukakarya.
Pemetaan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus meminimalkan dampak musim kemarau terhadap aktivitas ekonomi petani.
Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi juga melakukan pendataan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama pompa air, sebagai bagian dari strategi menghadapi kemungkinan berkurangnya pasokan air irigasi.


















































