Nasabah PNM ULaMM Denpasar Sukses Sulap Limbah Kayu Pantai Jadi Kerajinan Bernilai Ekspor

1 month ago 42

Nasabah PNM ULaMM Denpasar Sukses Sulap Limbah Kayu Pantai Jadi Kerajinan Bernilai Ekspor

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Seorang nasabah PNM ULaMM Wayan Sudira berhasil limbah kayu laut tersebut dan tidak berhenti sebagai masalah lingkungan. Foto: dok PNM

jpnn.com, JAKARTA - Tumpukan kayu yang terbawa ombak dan menepi di pesisir atau Tegallalang kerap menjadi bagian dari persoalan sampah pantai di Bali, termasuk di kawasan Tabanan. 

Namun, seorang nasabah PNM ULaMM Wayan Sudira berhasil limbah kayu laut tersebut dan tidak berhenti sebagai masalah lingkungan. 

“Dari kayu-kayu yang terdampar di pantai, saya melihat peluang untuk menghadirkan karya, membuka ruang ekonomi,” kata Wayan, Minggu (17/5).

Melalui Ulu Sari Handicraft, Wayan mengolah limbah kayu laut menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi, sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 14 tentang menjaga ekosistem laut.

Sejak bergabung dengan PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) pada 2017, Wayan mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha secara rutin. 

Dukungan tersebut turut memperkuat langkah Ulu Sari Handicraft untuk berkembang lebih terarah. Kini, usaha yang ia bangun telah memiliki dua workshop yang berlokasi di Singaraja dan Tegallalang, serta mempekerjakan 45 karyawan saat itu. 

Tidak sedikit dari mereka merupakan saudara, masyarakat sekitar, hingga mantan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja saat pandemi COVID-19. Siapa sangka, dari yang semulanya persoalan lingkungan, lahir ruang penghidupan baru bagi banyak keluarga.

Di saat pandemi membuat banyak usaha mikro dan kecil melemah, Ulu Sari Handicraft justru mendapatkan permintaan yang semakin besar dari pasar mancanegara. 

Seorang nasabah PNM ULaMM Wayan Sudira berhasil limbah kayu laut tersebut dan tidak berhenti sebagai masalah lingkungan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |