jatim.jpnn.com, SURABAYA - Seorang pelajar SMA di Surabaya berinisial GAD meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan saat mengikuti konvoi peringatan HUT ke-99 Persebaya, Rabu (17/6) malam. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA itu sempat mendapatkan perawatan di RS Ubaya Surabaya. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (18/6) dini hari.
Kakak kedua korban Sonya Cantika mengungkapkan adiknya berangkat mengikuti perayaan ulang tahun Persebaya bersama kakaknya yang lain berinisial D. Insiden berdarah itu terjadi di Jalan Sumatera, kawasan Gubeng, Surabaya. Saat itu, korban disebut berusaha membantu seseorang yang terjatuh dari sepeda motor ketika terjadi keributan.
Menurut Sonya, adiknya tidak terlibat dalam pertikaian tersebut. GAD berniat melerai dan menolong seseorang, tetapi justru menjadi sasaran pelaku yang membawa senjata tajam.
"(Detailnya) kurang tahu, cuma katanya ada yang bikin onar, terus jatuh yang bikin onar. Kemudian adik saya maunya itu melerai, membela, tetapi malah yang bikin onar itu membawa senjata tajam dan adik saya kena sasaran," ujar Sonya saat ditemui di RS Bhayangkara Surabaya, Kamis (18/6).
Sonya mengaku tidak mengetahui secara pasti bagian tubuh adiknya yang mengalami luka bacok. Namun, korban mengalami pendarahan hebat hingga harus mendapatkan perawatan medis.
"Dia sempat dirawat di RS Ubaya. Saya kurang tahu, lukanya sepertinya di tangan karena mungkin keluar banyak darah," tuturnya.
Selain GAD, seorang rekan korban berinisial B juga mengalami luka bacok di bagian punggung dan dikabarkan masih menjalani perawatan.
"Temannya adik saya, namanya B juga kritis katanya. Iya, luka bagian punggung," ucap Sonya.


















































