jpnn.com - JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini Rabu 17 Juni 2026 pagi dibuka melemah 13 poin atau 0,07 persen di level Rp17.738 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya yang Rp17.725 per dolar AS.
Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat 66,99 poin atau 1,07 persen ke posisi 6.321,96.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,46 poin atau 0,87 persen ke posisi 630,14.
Sebelumnya, pada Selasa (16/6), Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) Rully Arya Wisnubroto mengatakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah merupakan salah satu faktor penentu tren penguatan IHSG.
Ia mengatakan, keberlanjutan penguatan IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan sejumlah indikator makro yang menjadi perhatian investor, terutama pergerakan nilai tukar rupiah dan yield obligasi pemerintah.
“Jika rupiah mampu bertahan menguat dan yield SBN (Surat Berharga Negara) tenor 10 tahun turun secara bertahap dari level puncaknya di atas 7,3 persen menuju kisaran yang lebih rendah, premi risiko Indonesia akan menurun,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
“Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham,” lanjut Rully.
Rully menyatakan, penguatan yang terjadi saat ini masih didominasi oleh faktor technical rebound berkat dukungan implementasi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang lebih tegas serta deeskalasi ketegangan geopolitik.





















































