jatim.jpnn.com, SURABAYA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh Kota Surabaya memastikan berhenti beroperasional untuk sementara waktu imbas insiden dugaan keracunan yang terjadi pada 200 siswa di 12 sekolah, Senin (11/5).
Kepala SPPG Chafi Alida Najla menyebutkan kebijakan tersebut diambil sebagai bahan evaluasi agar kejadian dugaan keracunan tidak terulang kembali.
"Kami berhenti operasional kamu evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kami lihat kelanjutannya seperti apa," kata Chafi.
Dia mengatakan penutupan operasional itu dilakukan hingga hasil pengujian sampel makanan tersebut keluar.
"Nunggu hasil yang jelas nunggu hasil, menunggu hasil sampel. Kami observasi dulu, seperti itu, baru kami bisa evaluasi bersama-sama. Pun nanti kami serahkan kepada pihak BGN kami, tim kesehatan kami, kan ada Dinkes juga, banyak seperti itu," ujarnya.
Chafi memastikan SPPG Tembok Dukuh telah mengantongi sederet sertifikasi yang menjadi standar operasional perusahaan (SOP).
"Siap sertifikasi sudah. Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kami," ucap dia.
Sementara itu, Wakil Koordinator Regional Jatim Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Bayu Wibowo meminta pendistribusian MBG diberhentikan setelah menerima informasi dugaan keracunan tersebut.


















































