jatim.jpnn.com, SURABAYA - Seorang remaja yang baru lulus SMA berinisial TJK (19) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari di RSUD dr Soetomo Surabaya. Korban yang merupakan warga Manukan Yoso II Surabaya itu diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah temannya sendiri.
Korban mengembuskan napas terakhir pada Kamis (4/6) pukul 04.11 WIB setelah sempat mengalami koma dan menjalani perawatan di ruang ICU. Kondisinya terus memburuk akibat penurunan fungsi sejumlah organ vital.
Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani autopsi dan visum lanjutan oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kakak korban, Hana Novia Kristiani (32) menjelaskan peristiwa itu bermul saat korban hendak membeli paket data internet. Setibanya di konter pulsa korban didatangi oleh sekelompok pemuda, Minggu (31/5).
Namun, entah apa yang terjadi. Tiba-tiba teman sekolah TJK tiba-tiba mendatangi rumah dan memberitahukan bahwa korban dalam kondisi tak sadarkan diri.
"Keluarga langsung ke rumah sakit dan mendapati kondisi Thomas sangat kritis," kata Hana, Jumat (5/6).
Menurut tim medis, kondisi luka di kepala sangat parah. Ada robekan di bagian belakang kepala, pendarahan cukup hebat, dan pembuluh darah yang pecah,” kata Hana.
Operasi yang dilakukan tim dokter tidak dapat diselesaikan sepenuhnya karena kondisi korban yang dinilai sangat kritis. Sejak Minggu malam, Thomas terus berada dalam kondisi koma hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari.


















































