jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah belum akan mengaktifkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) yang melibatkan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.
Keputusan ini diambil karena tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat atau USD dinilai masih terkendali.
Sebagai langkah alternatif, pemerintah memilih melakukan intervensi pasar obligasi melalui manajemen kas APBN dengan alokasi dana hingga Rp 2 triliun per hari.
Strategi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas sentimen di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
"Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMV (Special Mission Vechile (BLU) dan lain-lain untuk ikut," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Purbaya mengungkapkan intervensi pasar ini telah dilakukan sejak Kamis (14/5) lalu.
Meski pemerintah menyiapkan pagu hingga Rp 2 triliun setiap harinya, Purbaya mengungkapkan serapan dana sejauh ini baru mencapai Rp 600 miliar.
Angka Rp 600 miliar tersebut setara dengan jumlah SBN yang dilepas oleh investor global.





















































