Strategi Lippo Karawaci Membangun Ekonomi Sirkular, dari Sampah Menjadi Sumber Daya

4 days ago 5

Inilah strategi Lippo Karawaci membangun ekonomi sirkular, dari sampah nenjadi sumber daya. Foto dokumentasi LPKR

jpnn.com - Pengelolaan limbah tidak lagi dipandang sebagai sekadar kewajiban operasional perusahaan. Bagi banyak korporasi, limbah kini menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan yang dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Kesadaran inilah yang mendorong PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) memperkuat berbagai inisiatif pengelolaan limbah di seluruh lini bisnisnya. Melalui Agenda Keberlanjutan 2030, perusahaan menargetkan pengalihan sedikitnya 3.000 ton limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) setiap tahun.

"Target tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mendorong efisiensi sumber daya, meningkatkan tingkat daur ulang, dan mendukung praktik ekonomi sirkular," kata Presiden Direktur LPKR, Indra Yuwana dalam keterangan resminya, Rabu (17/6).

Pendekatan yang diterapkan berlandaskan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Tidak hanya melibatkan karyawan, program ini juga mengajak penghuni kawasan, pengunjung, tenant, hingga mitra pengelolaan limbah dari sektor publik maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pengurangan timbulan sampah.

Di sektor perhotelan, lanjutnya, Aryaduta menjalankan berbagai langkah untuk meningkatkan sirkularitas sumber daya. Hotel-hotel dalam jaringan tersebut menerapkan sistem pemilahan sampah yang terstandarisasi, termasuk pemisahan limbah kering, basah, dan material yang dapat didaur ulang. 

Berbagai material seperti botol plastik, kardus, dan minyak jelantah dikumpulkan untuk diproses kembali. Selain itu, penggunaan botol sabun dan sampo sekali pakai telah digantikan dengan dispenser isi ulang, sementara sistem berbasis QR code membantu mengurangi konsumsi kertas dalam operasional sehari-hari.

Upaya keberlanjutan juga menyentuh aspek sosial. Melalui kolaborasi dengan organisasi masyarakat setempat, kelebihan makanan dan minuman dari operasional hotel disalurkan kepada komunitas yang membutuhkan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi limbah makanan, tetapi juga memperluas dampak sosial dari program keberlanjutan perusahaan.

Sementara itu, di kawasan residensial dan township, LippoLand mengembangkan berbagai inovasi berbasis pengolahan limbah organik. Program pengomposan dijalankan di sejumlah lokasi, termasuk pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk, budidaya maggot untuk mengolah sampah makanan, hingga penerapan teknologi biopower. 

Inilah strategi Lippo Karawaci membangun ekonomi sirkular, dari sampah nenjadi sumber daya

Read Entire Article
| | | |