Universitas BTH Buka Prodi Rekayasa Kosmetika Swasta Pertama di Indonesia

1 month ago 24

Senin, 11 Mei 2026 – 19:53 WIB

Universitas BTH Buka Prodi Rekayasa Kosmetika Swasta Pertama di Indonesia - JPNN.com Jabar

Universitas BTH membuka Prodi Rekayasa Kosmetika swasta pertama di Indonesia serta menyiapkan berbagai inovasi pendidikan masa depan. Foto: source for JPNN.

jabar.jpnn.com, TASIKMALAYA - Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) Tasikmalaya terus menunjukkan transformasi sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan visioner dalam menjawab tantangan dunia pendidikan dan kebutuhan industri masa depan.

Rektor Universitas BTH, Prof. Ruswanto mengatakan, salah satu capaian terbesar tahun 2026 ialah keberhasilan meraih Akreditasi Unggul untuk tiga program studi sekaligus.

Ketiga program studi tersebut yakni S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Farmasi, dan Pendidikan Profesi Apoteker.

“Predikat unggul tersebut menjadi bukti nyata kualitas akademik, tata kelola institusi, kualitas dosen, kurikulum, fasilitas pembelajaran, hingga kesiapan lulusan Universitas BTH dalam menghadapi dunia kerja dan kebutuhan industri kesehatan masa depan,” kata Ruswanto dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Senin (11/5/2026).

Menurutnya, peningkatan mutu akademik akan terus dilakukan. Sejumlah program studi lain juga tengah dipersiapkan untuk meraih Akreditasi Unggul pada akhir 2026 dan tahun berikutnya.

Selain capaian akreditasi, Universitas BTH juga mengumumkan telah mengantongi izin operasional untuk dua program studi baru yang dinilai strategis.

Program studi pertama ialah S1 Gizi yang menjadi program studi gizi pertama di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

“Kehadiran program studi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional bidang gizi dan kesehatan masyarakat yang terus meningkat,” ujarnya.

Universitas BTH membuka Prodi Rekayasa Kosmetika swasta pertama di Indonesia serta menyiapkan berbagai inovasi pendidikan masa depan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |