jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di bawah terik panas matahari siang, satu persatu karung beras hasil penggilingan diangkut dari truk ke gudang Bulog di Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Selasa (12/5). Para pekerja dengan sigap memanggul karung-karung beras dan menata secara berlapis.
Aroma khas gabah dan debu tipis dari proses penggilingan begitu terasa. Sesekali terdengar interaksi antara pekerja yang saling bersautan memberikan aba-aba.
Di sisi lain, terlihat sejumlah petugas memeriksa kualitas beras mulai dari tingkat kelembaban hingga kondisi bulir agar tetap layak simpan dalam waktu panjang.
Aktivitas Bulog wilayah Geneng begitu padat. Maklum, Kabupaten Ngawi selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.
Kondisi geografis ditambah hamparan sawah yang luas membuat produksi gabah lebih dari kota lain. Apabila biasanya petani di kota lain panen 3 ton dalam satu tahun, daerah ujung barat Jawa Timur itu mampu memproduksi tujuh ton gabah dalam dua tahun.
Hal ini, menjadikan Kabupaten Ngawi sebagai salah satu penopang utama kebutuhan beras provinsi hingga nasional.
Dari tempat tersebut, beras tidak hanya disimpan sebagai cadangan pemerintah, tetapi juga disiapkan untuk kebutuhan stabilisasi harga hingga bantuan pangan masyarakat.
Ngawi Andalan Bulog Jatim Sokong Pangan Nasional


















































