jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Animal Friends Jogja dan organisasi-organisasi perlindungan hewan di seluruh dunia menyerukan pelarangan ekspor hewan hidup. Mereka menyebut setiap tahun jutaan hewan mengalami penderitaan yang luar biasa sebagai muatan kargo.
Hewan-hewan tersebut diperdagangkan melalui perjalanan laut dan darat yang panjang.
World Organisation for Animal Health (WOAH), Organisasi Kesehatan Hewan Dunia didesak untuk memperkuat standar kesejahteraan hewan dalam transportasi dan mengambil langkah nyata mengakhiri praktik perjalanan jauh.
Manajer Kampanye Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan Animal Friends Jogja (AFJ), Dwi Octavia, mengatakan bahwa setiap tahun ada jutaan ternak yang dipaksa menjalani perjalanan panjang sehingga menyebabkan penderitaan luar biasa.
"Praktik ini tidak lagi dapat dibenarkan, terutama ketika tersedia alternatif perdagangan yang lebih aman. Revisi standar transportasi hewan oleh WOAH merupakan momentum penting untuk memperkuat perlindungan kesejahteraan hewan secara global dan mendorong penghentian bertahap ekspor hewan hidup jarak jauh," katanya, Minggu (14/6).
Selain itu, transportasi hewan hidup juga membawa risiko serius bagi kesehatan masyarakat.
Surat terbuka tersebut disampaikan menjelang Hari Kesadaran Internasional Penghapusan Ekspor Hewan Hidup (Ban Live Exports International Awareness Day), bertepatan dengan proses revisi pedoman global WOAH tentang transportasi hewan.
Wakil Direktur Kampanye Global di Compassion in World Farming Charlotte Reid mengatakan hewan adalah makhluk hidup yang memiliki kesadaran dan kemampuan merasakan.


















































