bali.jpnn.com, DENPASAR - Gelombang protes mahasiswa di Bali akhirnya pecah.
Massal aksi gabungan dari 13 fakultas Universitas Udayana (Unud), Undiknas, Warmadewa, PMKRI, GMNI, dan elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Bali pada Senin (22/6).
Mengusung nama "Aksi Bali Bergerak", mereka membawa rapor merah kebijakan pemerintah yang dinilai menyengsarakan rakyat.
Tak sekadar berorasi, massa juga menyerahkan dokumen kajian ilmiah langsung kepada Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra.
Ketua BEM Unud, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa, menegaskan bahwa pergerakan ini berfokus pada lima pilar utama.
Untuk masalah ekonomi dan lingkungan hidup, mahasiswa Bali menyoroti isu bahan bakar minyak (BBM) hingga masalah deforestasi.
Di sektor pendidikan, mahasiswa Bali mendesak penghentian Program Sekolah Rakyat, pemenuhan mandatory spending 20 persen dana pendidikan, dan pemerataan akses di daerah 3T
Mereka juga menyentil demokrasi, kebebasan sipil dan HAM, termasuk tuntutan pembebasan tahanan politik.


















































