Rupiah Melorot Lagi, Bagaimana Ini?

2 hours ago 13

Rupiah Melorot Lagi, Bagaimana Ini?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore melemah 39 poin menjadi Rp17.843 per dolar AS (USD) dari sebelumnya dari Rp 17.804 per USD. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore melemah 39 poin menjadi Rp17.843 per dolar AS (USD) dari sebelumnya dari Rp 17.804 per USD.

Mata uang garuda melemah atau 0,22 persen.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini disebabkan pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi aksi militer di Lebanon.

Menurut Ibrahim, sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Lebanon. 

“Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss,” ujar Ibrahim di Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan di Swiss, Iran disebut telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar global dan menekan harga minyak mentah.

Para pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan mereka di Swiss pada hari ini, yang dimulai dari Minggu (21/6) berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dari bulan April setidaknya selama 60 hari lagi.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan "kemajuan yang baik" telah dicapai selama pembicaraan di Swiss. Adapun mediator dari Qatar dan Pakistan mengatakan para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore melemah 39 poin menjadi Rp17.843 per dolar AS (USD) dari sebelumnya dari Rp 17.804 per USD.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |