jpnn.com, JAKARTA - Aliansi Pembangunan dan Kemanusiaan Indonesia/Indonesia Development Humanitarian Alliance (APKI/IDHA) mengutuk keras tindakan militer Israel yang sempat melakukan pencegatan, penahanan, serta penculikan terhadap para sukarelawan kemanusiaan internasional.
Para sukarelawan diketahui sedang menjalankan misi membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Perwakilan APKI. M Yusuf Ali menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan universal, hukum humaniter internasional, dan hak masyarakat sipil untuk memperoleh bantuan kemanusiaan.
Terlebih, di tengah situasi perang dan blokade yang telah berlangsung berkepanjangan di Gaza, Palestina.
"Penahanan terhadap para sukarelawan kemanusiaan sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun, Aktivis kemanusiaan bukan ancaman keamanan," ujar Yusuf, pada Jumat (23/5).
Menurut dia, para sukarelawan hadir untuk menyelamatkan kehidupan manusia yang selama berbulan-bulan hidup di bawah serangan, kelaparan, kehancuran fasilitas sipil, dan pembatasan akses bantuan.
Di antara 9 warga negara Indonesia yang ditahan, terdapat aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Forum Zakat (FOZ), Women Local Humanitarian Leadership (WLHL), Lokanusa, Perhimpunan Filanthroppi Indonesia (PFI) sebagai bagian dari sembilan jaringan-antar jaringan Aliansi Pembangunan dan Kemanusiaan Indonesia (APKI).
Indonesia sebagai salah satu negara yang mempelopori "Deklarasi Global tentang Perlindungan Personel Kemanusiaan", menegaskan komitmennya untuk melindungi aktivis kemanusiaan dan memastikan akses bantuan yang aman dan tanpa hambatan.





















































