jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) Karman BM mendukung pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR pada 20 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya hilirisasi industri nasional dan penguatan peran BUMN dalam pengelolaan sumber daya alam demi kemakmuran rakyat.
Karman mengatakan semangat membangun kemandirian ekonomi bangsa melalui hilirisasi dan penguatan BUMN merupakan kebijakan strategis yang harus didukung bersama sebagai pengamalan konkrit Pasal 33 UUD 1945.
Karman berharap, dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat juga memberikan perhatian kepada masyarakat di daerah tambang, termasuk di NTB, yang selama ini menggantungkan penghidupannya pada aktivitas pertambangan rakyat melalui skema izin pertambangan rakyat (IPR).
Menurut Karman, bagi sebagian masyarakat NTB, pertambangan rakyat menyangkut keberlangsungan hidup keluarga, lapangan kerja masyarakat lokal, dan denyut ekonomi di wilayah-wilayah tertentu.
Agenda hilirisasi industri dan penguatan peran BUMN di sektor pertambangan hendaknya dapat berjalan berdampingan dengan perlindungan terhadap tambang rakyat yang legal, tertib, dan berkelanjutan.
"Kami mengusulkan agar pemerintah pusat bersama pemerintah daerah membangun model kemitraan yang inklusif serta pembukaan skema kerja sama antara koperasi penambang rakyat dengan BUMN pertambangan dan holding industri nasional," ujar Karman, Jumat (22/5).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) 2013-2017 itu meyakini kemitraan antara BUMN dan koperasi tambang rakyat dapat menjadi solusi tengah yang konstruktif.


















































