jatim.jpnn.com, SURABAYA - Jemaah haji lanjut usia (lansia) dan pengguna kursi roda yang tiba di Debarkasi Surabaya mendapat perlakuan khusus saat proses pemulangan dari Tanah Suci.
Mereka tidak diwajibkan mengikuti antrean pemeriksaan dokumen maupun layanan kedatangan seperti jemaah lainnya.
Setelah tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, para jemaah prioritas tersebut langsung diarahkan menuju kamar istirahat yang telah disiapkan.
Di lokasi itu mereka dapat memulihkan kondisi, berganti pakaian, membersihkan diri, hingga memperoleh pendampingan dari petugas.
Sementara proses administrasi dan pemeriksaan keimigrasian tetap dilakukan tanpa harus membuat jemaah berpindah tempat. Petugas mendatangi kamar jemaah untuk menyelesaikan seluruh tahapan yang diperlukan.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya As’adul Anam mengatakan layanan tersebut sengaja diterapkan untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
“Jemaah lansia dan pengguna kursi roda kami prioritaskan agar tidak perlu menunggu antrean maupun berpindah-pindah lokasi. Seluruh proses administrasi dan keimigrasian dilakukan melalui layanan jemput bola oleh petugas,” ujarnya, Senin (8/6).
Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga kondisi kesehatan jemaah yang rentan mengalami kelelahan usai menjalani rangkaian ibadah haji dan perjalanan pulang ke Indonesia.


















































