jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono menilai kenaikan harga BBM jenis Pertamax bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor dan keuangan perusahaan.
"Investor melihat rasio keuntungan dan kinerja keuangan. Kalau terus merugi, siapa yang mau berinvestasi?" ujar Hendry dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (14/6).
Hendry menjelaskan selama ini Pertamina menggunakan dana talangan perusahaan untuk menahan Pertamax di bawah harga keekonomian.
Namun, dana talangan Pertamina pada dasarnya merupakan instrumen sementara untuk meredam lonjakan harga agar tidak langsung dirasakan masyarakat.
Ketika kurs rupiah dan harga minyak terus bergerak naik, kata dia, ruang untuk mempertahankan kebijakan tersebut makin sempit.
"Dana talangan Pertamina ini juga terbatas. Karena Pertamax ini kan BBM nonsubsidi. Tidak ada subsidi APBN di dalamnya. Jadi, memang murni mengikuti harga pasar," kata Hendry.
Dia menambahkan apabila Pertamina terus-menerus menanggung selisih harga tanpa penyesuaian, kondisi tersebut dapat menggerus keuntungan perusahaan.
Dampaknya bukan hanya terhadap setoran dividen dan kontribusi perusahaan kepada negara, tetapi juga terhadap persepsi investor dan lembaga pemeringkat terhadap kinerja keuangan Pertamina.





















































