jpnn.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menegaskan pemerintah harus bisa memastikan mesin pertumbuhan tetap terjaga pascakuartal 1-2026.
Yusuf mengaku tantangan pemerintah ke depan adalah menjaga kepercayaan investor, stabilitas rupiah, dan kepastian kebijakan pada sektor swasta.
"Untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat sampai akhir tahun, yang lebih penting," kata dia di Jakarta, Jumat (15/5).
Dia menilai pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2026 ini karena masifnya belanja yang dilakukan pemerintah.
Yusuf mengaku lonjakan belanja pemerintah di dilakukan untuk menjaga momentum ekonomi supaya tak melambat di awal tahun.
Dia mengatakan pemerintah telah melihat tekanan ekonomi global mulai terasa pasar domestik. Bahkan ekspor belum kuat, investasi swasta masih tertahan, sementara rupiah juga sedang mengalami tekanan.
"Dalam situasi seperti itu, fiskal akhirnya dipakai untuk menjaga momentum ekonomi supaya tidak melambat terlalu dalam di awal tahun," ucap Yusuf.





















































