jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi disertai angin kencang menghantam Perairan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Minggu (7/6) dini hari.
Akibatnya, sedikitnya sembilan perahu nelayan yang sedang ditambatkan di pesisir Desa Jangkar mengalami kerusakan. Tiga di antaranya dilaporkan tenggelam.
Personel Satpolairud Polres Situbondo bersama TNI AL dan BPBD turun langsung membantu nelayan melakukan evakuasi perahu ke tepi pantai.
"Setelah kami mendapatkan informasi sejumlah perahu nelayan rusak dihantam gelombang tinggi disertai angin kencang, kami ke lokasi melakukan pendataan, bersama TNI AL dan BPBD," kata Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa, Minggu (7/6).
Menurut dia, cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat sebagian besar nelayan berada di rumah. Kondisi tersebut membuat para pemilik perahu tidak sempat menyelamatkan armadanya ketika gelombang tinggi dan angin kencang menghantam kawasan pesisir.
"Pemilik perahu tidak sempat menyelamatkan perahu mereka sehingga kemasukan air dan tenggelam," ujarnya.
Dari sembilan perahu yang terdampak, tiga mengalami kerusakan cukup parah hingga tenggelam. Selain itu, sejumlah perlengkapan melaut milik nelayan juga ikut hilang dan tenggelam, termasuk mesin perahu serta alat tangkap ikan.
"Selain perahu mengalami kerusakan, sejumlah alat tangkap ikan milik nelayan juga tenggelam, seperti mesin perahu dan alat tangkap ikan lainnya," kata dia.


















































