bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster menyatakan proyek Pengolahan Sampah Menjdi Energi Listrik (PSEL) menjadi solusi jangka panjang menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi ancaman lingkungan dan pariwisata Bali.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan sampah setelah penutupan TPA Suwung.
Menurut Koster, proyek PSEL ini menjadi solusi strategis setelah kapasitas TPA Suwung semakin kritis dan muncul penumpukan sampah di berbagai wilayah seperti Denpasar dan Badung.
Koster memaparkan hal tersebut saat menerima KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Kerta Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (22/5) kemarin.
“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan.
Proyek strategis tersebut telah diproses Danantara dan direncanakan akan groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang,” ujar Gubernur Koster.
Saat ini, proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.
Lahan yang digunakan untuk proyek PSEL ini memiliki luas sekitar 6 hektare.


















































