jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Imbauan itu disampaikan menyusul aktivitas Gunung Semeru yang sempat memunculkan awan panas guguran pada Sabtu (13/6) malam. Saat ini, status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana vulkanik.
"Aktivitas Gunung Semeru sempat disertai awan panas guguran pada Sabtu (13/6) malam menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana secara terukur dan tidak berlebihan," kata Isnugroho, Minggu (14/6).
Meski demikian, hingga kini BPBD belum menerima laporan adanya dampak terhadap masyarakat maupun permukiman akibat aktivitas vulkanik tersebut.
“Kesadaran masyarakat untuk mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 14 Juni 2026 pukul 12.00-18.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru masih terekam melalui sejumlah kegempaan vulkanik.
Namun, status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga) dan rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG belum mengalami perubahan.


















































