jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan yang dijadikan kurban.
Salah satu upaya yang dilaksanakan yaitu mengadakan sarasehan ternak dengan mengundang ahli peternakan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan bahwa kegiatan edukasi ini menyasar ratusan kelompok tani, fokus pada nutrisi ternak.
“Nutrisi ini agar bisa membuat ternak lebih sehat. Kegiatan ini dilakukan di luar pemeriksaan dokter hewan dan kami juga sudah kerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM untuk mendampingi saat pelaksanaan penyembelihan kurban," kata Endah, Kamis (7/5).
Untuk itu, ia menyarankan masyarakat DIY dan sekitarnya untuk membeli kurban di Kabupaten Gunungkidul.
"Insyaallah kondisi ternak di Gunungkidul sudah dalam pemeriksaan, ternak kami jamin dalam keadaan sehat dan selalu divaksin,” ujarnya.
Bupati Endah mengatakan Gunungkidul saat ini sedang surplus ternak untuk kurban.
Ia menyebut Gunungkidul saat ini memiliki 11.000 ekor sapi, sementara kebutuhan kurban di wilayah tersebut hanya sekitar 4.500 ekor.


















































