Harga BBM Naik, Pakar UMY Peringatkan Risiko Gejolak Sosial

1 week ago 35

Jumat, 12 Juni 2026 – 11:23 WIB

Harga BBM Naik, Pakar UMY Peringatkan Risiko Gejolak Sosial - JPNN.com Jogja

Antrean panjang di pom bensin dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter yang berlaku sejak 10 Juni 2026 memicu kekhawatiran akan stabilitas sosial di tanah air.

Guru Besar Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Zuly Qodir mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah mitigasi guna meredam potensi gejolak di tengah masyarakat.

Zuly menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM ini merupakan imbas langsung dari ketidakstabilan geopolitik global yang mengganggu rantai distribusi energi dan mendorong lonjakan harga minyak dunia.

"Sudah diprediksi. Jika konflik di Timur Tengah berlangsung lama dan jalur distribusi energi terganggu, harga minyak dunia akan melonjak. Kondisi itu sekarang mulai dirasakan dampaknya di dalam negeri," ujar Zuly di Yogyakarta, Kamis (11/6).

Lebih jauh, ia menyoroti risiko multiplier effect (efek berantai) yang dapat menekan sektor ekonomi riil.

Kenaikan biaya energi dinilai akan berdampak langsung pada meningkatnya biaya transportasi dan distribusi yang pada akhirnya akan mengerek harga kebutuhan pokok.

Zuly mengingatkan bahwa saat pendapatan masyarakat tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup, hal ini akan membebani kelompok masyarakat berpenghasilan rendah maupun kelas menengah.

"Antrean di sejumlah SPBU pascapenyesuaian harga menjadi indikator awal kecemasan publik. Jika tekanan ekonomi jangka panjang terus berlanjut, ini bisa memicu ketidakpuasan sosial yang meluas," tambahnya.

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang menyentuh angka Rp 16.250 per liter berpotensi menimbulkan gejolak masyarakat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |