jateng.jpnn.com, TEMANGGUNG - Harga cabai rawit di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kembali mengalami kenaikan di tingkat petani. Dalam beberapa pekan terakhir, harga di tingkat petani melonjak hingga Rp65 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada di kisaran Rp50 ribu.
Kenaikan harga ini dipicu menurunnya hasil panen akibat cuaca hujan yang masih sering mengguyur sejumlah sentra pertanian cabai. Di sisi lain, permintaan pasar disebut tetap tinggi sehingga harga ikut terdongkrak.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKPPP Kabupaten Temanggung Sumarno mengatakan produksi memang sempat terganggu, tetapi stok cabai secara umum masih aman.
Menurut dia, luas tanam cabai di Temanggung tahun ini mencapai lebih dari 12 ribu hektare, meliputi cabai rawit, cabai keriting, hingga cabai besar.
“Untuk ketersediaan masih mencukupi karena sebagian tanaman sudah mulai masuk masa panen,” katanya, Selasa (19/5).
Data hingga April 2026 mencatat produksi cabai rawit di Temanggung mencapai ratusan ribu kuintal. Sementara cabai keriting dan cabai besar juga masih menyumbang pasokan cukup besar untuk pasar Jawa Tengah.
Meski begitu, kondisi cuaca membuat petani harus bekerja ekstra menjaga tanaman mereka. DKPPP meminta petani lebih intensif melakukan pemupukan, pengendalian hama, dan menyesuaikan pola tanam agar produktivitas tidak anjlok.
Di tingkat petani, kenaikan harga ini justru membawa angin segar. Rohim, petani asal Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak, mengaku harga cabai rawit saat ini jauh lebih menguntungkan dibanding beberapa bulan sebelumnya.


















































