Hipertensi Jadi Silent Killer, Pemerintah dan Beurer Gencarkan Edukasi

1 month ago 32

Hipertensi Jadi Silent Killer, Pemerintah dan Beurer Gencarkan Edukasi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kampanye nasional bertema Controlling Hypertension Together dalam rangka World Hypertension Day yang digelar kerja sama Indonesian Society of Hypertension bersama Beurer di Jakarta, Minggu (17/5/2026). Foto: Djainab Natalia Saroh/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Kasus hipertensi di Indonesia terus meningkat dalam lebih dari satu dekade terakhir dan kini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Tanah Air.

Berdasarkan data International Health Metrics, hipertensi konsisten menjadi penyakit dengan beban tertinggi sejak 2009 hingga 2023.

“Dari tahun 2009 sampai 2023, tren hipertensi terus meningkat. Tahun 2009 angkanya sekitar 18 persen, sekarang sudah mencapai sekitar 30 persen,” ujar Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Kemenkes.

Dia menyampaikan hal itu dalam kampanye nasional bertema “Controlling Hypertension Together” dalam rangka World Hypertension Day yang digelar bersama Indonesian Society of Hypertension dan Beurer Indonesia di Jakarta, Minggu (17/5).

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia terbaru, prevalensi hipertensi di Indonesia telah mencapai 31 persen. Artinya, sekitar 50 hingga 60 juta penduduk Indonesia hidup dengan tekanan darah tinggi yang berisiko memicu komplikasi serius.

“Kalau kasus hipertensi meningkat, maka kasus jantung, stroke, dan gagal ginjal juga ikut meningkat. Dari sisi pembiayaan BPJS, peningkatannya luar biasa,” kata Nadia.

Untuk menekan angka tersebut, pemerintah meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 10 Februari 2025, yang mencakup 18 jenis pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk hipertensi dan diabetes.

Nadia menyebut hipertensi sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala. Dari pelaksanaan CKG terhadap sekitar 70 juta masyarakat Indonesia, ditemukan sekitar 15 juta orang mengalami hipertensi, termasuk peningkatan tekanan darah pada pelajar usia SMA yang masih terus dievaluasi penyebabnya.

Hipertensi jadi silent killer, edukasi dan deteksi dini digencarkan agar masyarakat rutin cek tekanan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |