jateng.jpnn.com - Pemerintah Iran memastikan telah mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat setelah berbulan-bulan konflik dan negosiasi intensif.
Nota kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar perdamaian kedua negara dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni 2026.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan naskah kesepakatan telah difinalkan dan tinggal menunggu proses penandatanganan.
"Naskah nota kesepahaman telah difinalkan, dan penandatanganan resmi dokumen tersebut akan berlangsung di Swiss pada Jumat," kata Gharibabadi dalam siaran televisi Iran.
Menurut dia, kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer secara permanen di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon. Selain itu, Amerika Serikat juga disebut akan mengakhiri blokade laut terhadap Iran mulai Senin malam.
Meski menyambut tercapainya kesepakatan, Teheran menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti Iran sepenuhnya mempercayai Washington.
"Nota kesepahaman ini tidak menandakan adanya kepercayaan kepada pihak lawan. Kami akan memantau tindakan Amerika Serikat serta pemenuhan kewajibannya," ujar Gharibabadi.
Setelah penandatanganan dilakukan, kedua negara dijadwalkan memasuki tahap perundingan lanjutan selama 60 hari untuk membahas isu-isu yang lebih kompleks, termasuk pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, program nuklir Teheran, serta upaya pemulihan ekonomi pascakonflik.


















































